Iklan Header

asam urat,asam urat normal,asam urat adalah,asam urat gejala,asam urat normalnya berapa,asam urat pantangan,asam urat rendah,asam urat tiens,asam urat di lutut,hipertensi,hipertensi adalah,hipertensi pdf,hipertensi dalam kehamilan,hipertensi pulmonal,hipertensi pada ibu hamil,hipertensi adalah penyakit,diabetes,diabetes melitus,diabetes tipe 1,diabetes melitus adalah,diabetes melitus tipe 2,diabetes tipe 2,diabetes insipidus,diabetes insipidus adalah,diabetes kering,diabetes mellitus dapat terjadi karena

Viral: Kisah Orang Bergaji Rp80 Juta Terkena PHK Korona, Bingung Bayar Cicilan

"Gaji 80 juta" menjadi trending topic di Twitter hari ini, Jumat (24/4). Topik ini dipicu cuitan seorang warganet tentang temannya, seorang pegawai swasta yang bergaji Rp80 juta per bulan.


Ini adalah kisah tragedi yang dibagikan akun @parsiholan. Temannya, kata dia, terkena badai PHK yang kini tengah terjadi akibat wabah virus korona baru COVID-19.

Kehilangan pekerjaan memukul rumah tangganya karena mendadak semua kebutuhan jadi sulit dipenuhi. Cicilan rumah, kredit mobil, dan semua kebutuhan rumah tangga yang tinggi mendadak tak bisa dipenuhi.

Teman saya kerja di perusahaan swasta bergaji 80 jutaan per bulan.

Baru 2 bulan dirumahkan, rumah tangganya langsung berantakan krn selama ini keluarganya berbiaya tinggi.

Cuitan tersebut kemudian viral setelah memperoleh ribuan retweets serta 16, 200 likes. Kasus tersebut langsung disoroti oleh pengguna Twitter.

Warganet prihatin sebab orang bergaji 80 juta itu belum memaksimalkan uangnya untuk masa depan, seperti berinvestasi atau ditabung.

Teman saya kerja di perusahaan swasta bergaji 80 jutaan per bulan.

Baru 2 bulan dirumahkan, rumah tangganya langsung berantakan krn selama ini keluarganya berbiaya tinggi.

Kredit mobil mewah, kpr rumah di Kota Wisata harga 3 M.

Tabungan tipis.
Skrg mereka bingung. Kasihan.

Gaji 80 juta, mending tabung 40juta sebulan, setahun mampu beli tanah 100m persegi pinggir jalan di pinggiran kota. Tahun besoknya udah jadi kos2an atau ruko. Dua tahun udah invest. Heran aja, gaji gede, pasti pinter.. ga tau keuangan , jgn2 ga tau ada yg namanya dana daruat 😅

Sebagian warganet mengatakan bahwa cicilan itu harus dikelola secara baik, dan selisih cicilan sebaiknya tidak melebihi gaji yang dimiliki.

Sumpah ya makanya penting bgt hidup jgn sampe punya utang dalam konteks ini cicilan. Gua bener2 baru ngeh kemaren waktu nyicil laptop, itu pun nyicil emg karena lagi butuh & uang lagi seret buat beli cash. Pokoknya kalau beli apa2 harus inget kalau msh utang tandanya belum mampu.

Sebenernya, dengan adanya cicilan tuh bagus loh. Cuma emg harus ada perhitungannya karena ga selamanya income kita konstan. Based on yg gue baca sih, idealnya cicilan itu di range 30%-50% dr gaji. Nah, di sini mungkin porsi cicilan dia lebih dr itu wkwk + gada tabungan&investasi

Agar kamu tak bernasib serupa, berapa pun gajimu, kelola gaji dengan formula 40-30-20-10 yang diterapkan mereka yang berpendapatan Rp2 juta, apalagi yang di atas Rp10 juta.

Berikut ini formulanya:

40% untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin, seperti kebutuhan makan sehari-hari, air, listrik, transportasi, pulsa, internet, dan lainnya.
30% untuk cicilan dan tagihan. Contohnya, cicilan rumah, kendaraan, dan peralatan untuk kebutuhan wajib.
20% untuk tabungan/simpanan, asuransi, dana darurat, maupun investasi.
10% untuk kebaikan yakni beramal, sedekah, donasi, maupun berzakat. Kamu bisa mengurangi persentase 10% ini sesuai pendapatan, namun usahakan tiap bulan tetap ada.
Jadi cicilanmu tak boleh melewati 30 persen pendapatanmu. Lalu usahakan 20 persen dari gajimu ditabung untuk kondisi berat seperti wabah virus yang tak terduga datang dan kapan selesainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel