Nekat Mudik ke Tasikmalaya, Satu Keluarga Justru Menggelandang, Ternyata Rumah Nenek Telah Dijual
Satu keluarga dari Jakarta terpaksa menggelandang di terminal saat rumah nenek yang dikunjunginya ternyata sudah dijual.
Niat hati mudik ke Tasikmalaya, satu keluarga dari Jakarta kini justru harus menggelandang di sebuah terminal.
DW, kepala keluarga itu mengaku kediaman rumah nenek yang ia tuju bersama istri dan anaknya ternyata sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami, tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com.
Tak hanya itu, DW bersama keluarganya pun tak mengetahui dimana keberadaan nenek saat ini.
Tak harus pergi kemana lantaran telah kehabisan uang, DWI terpaksa menggelandang bersama keluarganya.
Selama tiga hari lamanya DW bersama istri dan anaknya harus tidur di emperan toko.
Seorang warga sekitar, Aris Kurniawan, menuturkan, ia yang pertama kali menemukan keluarga terlantar itu.
"Pas saya mau pulang lihat mereka," ujarnya, Sabtu (23/5/2020).
Merasa penasaran dan kasihan, Aris kemudian mendekati mereka dan bertanya kenapa menggelandang seperti itu.
"Dari situ saya tahu bahwa mereka bermaksud pulang ke rumah neneknya di sini (Jalan Selakaso).
Tapi ternyata rumahnya sudah dijual," ujar Aris.
Dw lahir di Jakarta dan tinggal di sekitar Pulogadung.
"Ia mengaku sempat mencari neneknya hingga Pasar Cikurubuk. Tapi neneknya tidak ditemukan," kata Aris.
Diduga sudah tidak punya bekal cukup, satu kelurga itu akhirnya hidup menggelandang di depan toko Jalan Selakaso.
"Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya.
Sedangkan Dw masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Ia mengaku bersyukur aparat cepat tanggap saat dia melapor.
Satu keluarga asal Jakarta ini kini sudah ditangani Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis berpakaian APD lengkap mengevakuasi satu keluarga di Jalan Selakaso.
Setelah menjalani rapid test hasilnya negatif, tim medis membawa mereka ke Dinas Sosial untuk ditangani lebih lanjut.
Sementara itu masih di Tasikmalaya, seorang pemudik berstatus positif Covid-19 berinisial RS berhasil dicegat dan langsung dievakuasi di pos penyekatan Sawalu, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (21/5) dini hari.
Pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Sariwangi, berhasil dicegat sekitar pukul 00.30.
Ia mengendarai sebuah sepeda motor sendirian.
Kapolsek Salawu, AKP Dedi Hidayat, semalam, mengungkapkan, pencegatan terhadap RS berawal dari adanya pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta ke Dinkes Kabupaten Tasikmalaya.
Niat hati mudik ke Tasikmalaya, satu keluarga dari Jakarta kini justru harus menggelandang di sebuah terminal.
DW, kepala keluarga itu mengaku kediaman rumah nenek yang ia tuju bersama istri dan anaknya ternyata sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami, tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com.
Tak hanya itu, DW bersama keluarganya pun tak mengetahui dimana keberadaan nenek saat ini.
Tak harus pergi kemana lantaran telah kehabisan uang, DWI terpaksa menggelandang bersama keluarganya.
Selama tiga hari lamanya DW bersama istri dan anaknya harus tidur di emperan toko.
Seorang warga sekitar, Aris Kurniawan, menuturkan, ia yang pertama kali menemukan keluarga terlantar itu.
"Pas saya mau pulang lihat mereka," ujarnya, Sabtu (23/5/2020).
Merasa penasaran dan kasihan, Aris kemudian mendekati mereka dan bertanya kenapa menggelandang seperti itu.
"Dari situ saya tahu bahwa mereka bermaksud pulang ke rumah neneknya di sini (Jalan Selakaso).
Tapi ternyata rumahnya sudah dijual," ujar Aris.
Dw lahir di Jakarta dan tinggal di sekitar Pulogadung.
"Ia mengaku sempat mencari neneknya hingga Pasar Cikurubuk. Tapi neneknya tidak ditemukan," kata Aris.
Diduga sudah tidak punya bekal cukup, satu kelurga itu akhirnya hidup menggelandang di depan toko Jalan Selakaso.
"Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya.
Sedangkan Dw masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Ia mengaku bersyukur aparat cepat tanggap saat dia melapor.
Satu keluarga asal Jakarta ini kini sudah ditangani Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis berpakaian APD lengkap mengevakuasi satu keluarga di Jalan Selakaso.
Setelah menjalani rapid test hasilnya negatif, tim medis membawa mereka ke Dinas Sosial untuk ditangani lebih lanjut.
Sementara itu masih di Tasikmalaya, seorang pemudik berstatus positif Covid-19 berinisial RS berhasil dicegat dan langsung dievakuasi di pos penyekatan Sawalu, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (21/5) dini hari.
Pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Sariwangi, berhasil dicegat sekitar pukul 00.30.
Ia mengendarai sebuah sepeda motor sendirian.
Kapolsek Salawu, AKP Dedi Hidayat, semalam, mengungkapkan, pencegatan terhadap RS berawal dari adanya pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta ke Dinkes Kabupaten Tasikmalaya.
