Iklan Header

asam urat,asam urat normal,asam urat adalah,asam urat gejala,asam urat normalnya berapa,asam urat pantangan,asam urat rendah,asam urat tiens,asam urat di lutut,hipertensi,hipertensi adalah,hipertensi pdf,hipertensi dalam kehamilan,hipertensi pulmonal,hipertensi pada ibu hamil,hipertensi adalah penyakit,diabetes,diabetes melitus,diabetes tipe 1,diabetes melitus adalah,diabetes melitus tipe 2,diabetes tipe 2,diabetes insipidus,diabetes insipidus adalah,diabetes kering,diabetes mellitus dapat terjadi karena

Dievakuasi Tim Medis C0vid-19, Perempuan Pingsan di Garut Ternyata Diputusin Pacar

Sebuah video evakuasi tim penanganan Covid-19 kepada seorang gadis yang pingsan di pinggir jalan wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, menjadi perbincangan hangat dan menyebar luas melalui media sosial.


Oleh warga, video berdurasi 2 menit 53 detik tim medis tersebut diyakini tengah mengevakuasi pasien Covid-19, namun nyatanya sang gadis pingsan akibat diputuskan pacarnya.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Garut, Ricky R Darajat menyebut bahwa awalnya petugas Puskesmas Tarogong menerima informasi tentang adanya seorang perempuan yang tiba-tiba pingsan di pinggir jalan pada Sabtu (25/4) malam.

Petugas Puskesmas pun langsung bergerak menuju lokasi yang dilaporkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap karena situasi saat ini.

"Gadis tersebut langsung dibawa oleh tim ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Dan tidak lama setelah dirawat rupanya gadis ini siuman. Sang gadis ini dipastikan pingsan bukan karena Covid-19," ujarnya, Senin (27/4).

Berdasarkan pengakuan sang gadis kepada petugas di Puskesmas, kata Ricky, ia rupanya pingsan akibat diputusin oleh pacarnya. "Namun karena saat proses evakuasi tim dari Puskesmas kepada perempuan itu ada yang merekam, kemudian tersebar di sejumlah media sosial, tidak sedikit yang menduga kalau yang dievakuasi itu adalah pasien Covid-19. Mungkin karena melihat tim yang mengevakuasinya ber-APD, ditambah situasnya juga sedang seperti ini," katanya.

Perempuan tersebut, lanjut Ricky, kemudian diperbolehkan pulang setelah dijemput oleh keluarganya. Dan atas kejadian tersebut, ia mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menaati anjuran pemerintah dengan tidak bepergian keluar rumah kalau tidak betul-betul penting.

Ia juga menyebut bahwa setiap Puskesmas di Kabupaten Garut akan melakukan penanganan pasien dengan SOP Covid-19 saat menerima laloran bila tidak mengetahui riwayat pasien seperti apa. "Dan tentunya dengan tetap cepat tanggap," tutupnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel